Tidur di Masjid


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salat Isya telah selesai. Alhamdulillah gadis kecil dengan kerudung merah jambu itu bisa menyelesaikan salatnya meski dengan rasa kantuk yang luar biasa. Waktu itu, Ramadan telah memasuki minggu ketiga. Jumlah saf di masjid sudah berkurang menjadi dua saja. Padahal, biasanya akan penuh bahkan hingga ke teras masjid.

Selepas isya, ada ceramah singkat dari ustaz. Lagi dan lagi, gadis kecil itu harus melawan rasa kantuknya. Duduk di saf terakhir, di sudut dekat dinding, memudahkan dia menyandarkan kepalanya.

"Heh, jangan gitu. Duduk yang bagus!" kata kakaknya.

Namun, karena rasa kantuk yang luar biasa, dia tidak menghiraukan perkataan kakaknya. Kepalanya tetap bersandar di dinding. Bilal pun bersuara, para jemaah serentak menjawab. Lama-kelamaan, suara-suara itu terdengar samar-samar dan kemudian hilang.

"Dek, dek, bangun."

"Eh, udah siap bilalnya, Kak? Berdirilah, Kak. Mau mulai tarawihnya ini."

"Tarawih apa? Orang udah siap witir pun. Kau malah tidur."

"Eh, iyanya? Astagfirullah. Maaf, Kak. Hehehe."

"Hahaha, oalah, Chi, Chi." (Seluruh jemaah pun menertawakannya)

Gadis kecil itu hanya bisa cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

#Blog2
#Tertidur

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Tarawih emang bikin ngantuk wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget, Kak. Apalagi, waktu itu masih budak kecik. Wkwk.

      Hapus